Dikelola Humas DPW PKS Sulawesi Utara. Diberdayakan oleh Blogger.

PKS Bukan Hanya Partai Politik, Tapi Juga Partai Dakwah

Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Partai Keadilan Sejahtera Sulawesi Utara, Syarifudin Saafa, mengajak kader dan pengurus partai untuk menjadi pribadi yang bersyukur. 

Hal itu disampaikannya saat memberikan arahan dalam Rapat Koordinasi dan Evaluasi yang digelar di Hotel Sahid Kawanua,  21 Agustus 2016.

"Bahwa sampai detik ini, kita semua, khususnya antum antuna semua, dengan segala dinamika partai masih eksis dan istiqamah di partai yang kita cinta ini. Sungguh, ini merupakan nikmat yang sangat besar dari Allah yang harus kita syukuri.  Insya Allah ini menjadi pintu bagi kita untuk mendapatkan tambahan nikmat sebagaimana firman-Nya dalam alquran surat Ibrahim (13) ayat 7: Lain syakartum la azidannakum, sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah nikmat kepadamu… ."

Ia juga mengajak seluruh kader PKS untuk selalu berusaha untuk meraih rahmat dan ridha Allah.  Ia memberikan arahan praktis untuk dijadikan amalan kader.

"Karena dengan rahmat dan keridhaan-Nya kita akan mendapatkan keberkahan, ampunan dan surga Allah.  Untuk mendapatkan ridha-Nya maka kita memperbanyak amal kebaikan yang didasarkan pada Al Quran dan Sunnah.  Karenanya kita harus berupaya untuk membaca, mempelajari dan memahami kedua panduan hidup tersebut.  Dan pada kesempatan ini saya menasehatkan diri saya dan kepada kita semua agar dapat memiliki wirid Al Quran yang kita sebut dengan one day one ayat.  Bahwa setiap wirid Al Quran satu ayat satu hari.  Ini menjadi pintu bagi kita untuk berupaya menghafalkan Al Quran dengan baik.  Bayangkan setiap hari kita wirid satu ayat sampai ratusan kali maka insya Allah ayat tersebut kita dapat menghafalnya.  Bila kita lakukan terus menerus maka bukan tidak mungkin surat surat tertentu dapat kita hafal dengan baik.  Mudah-mudahan ini dapat menjadi perhatian bagi kita orang tua untuk anak anak kita."

Ia menambahkan, PKS bukan sekedar partai politik tetapi kita sebagai partai dakwah. 

"Sebagai partai dakwah, segenap aktivitas kita terikat dengan rambu-rambu dakwah dan berorientasi kepada perubahan yang lebih baik.  Hal ini penting untuk kita camkan bersama bahwa dakwah menjadi panglima dalam perjuangan kita.  Dimana dakwah itu kita maknai sebagai perubahan ke arah yang lebih baik," paparnya.

Namun demikian, Bung Syarif - begitu ia sering disapa,  meminta juga jangan melupakan satu hal bahwa PKS ini adalah partai politik dimana kerja-kerja dakwah kita secara kolektif akan diukur melalui mekanisme pemilu. 

"Pemilu bagi kita merupakan ladang amal dakwah yang menuntut keberhasilan meraih target yang telah kita tetapkan bersama.  Memenangkan pemilu berarti kita sedang memenangkan perjuangan dakwah.  Dan kalaupun kita mati dalam keadaan sedang berjuang untuk itu semua maka insya Allah ternilai sebagai amal sholeh di hadapan Allah SWT.  Di sini saya hendak menekankan agar tidak ada dikotomi antara tarbiyah dan politik.  Bila hal itu ada di kepala kita, maka mulai saat ini kita singkirkan dan kita isi dengan mindset yang benar," terangnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar