Dikelola Humas DPW PKS Sulawesi Utara. Diberdayakan oleh Blogger.

Kader PKS Harus Melebarkan Sayap Merangkul Konstituen

Politisi Partai Keadilan Sejahtera yang berkeinginan menjadi pejabat publik harus fokus di dalam menjalankan perannya sebagai politisi dan bekerja secara penuh dengan merangkul konstituen seluas-luasnya, demi meraih tujuan-tujuan politiknya.

Hal itu diungkapkan Abid Takalamingan,  S. Sos., dalam Sekolah Kepemimpinan Partai yang digelar Dewan Pengurus Wilayah Partai Keadilan Sejahtera Sulawesi Utara, Ahad,  26 Februari 2016 di Hotel Elfah Manado.

Ia juga menyebutkan bahwa seorang politisi benar-benar menjadi politisi jika ia hadir di tengah konstituennya, ia memberikan apa yang dibutuhkan dan diinginkan oleh konstituennya, ia memberikan janji dan harapan tanpa mengingkarinya, ia memperbesar kapasitas pribadinya hingga mampu menjadi negarawan, ia mampu memanaj risiko dan bermental baja untuk mengambil risiko besar,  ia tidak hanya bermain di zona nyamannya- tapi juga bekerja di zona juangnya, ia mempersiapkan kader sebagai proses regenerasi, ia juga harus mampu menjadi tokoh by design,  bukan by accident, ia juga harus fokus di dalam pembahasan isu publik, serta mampu membentuk tim pemenangan yang solid.

Dalam kesempatan diskusi,  perwakilan DPD PKS Sanger menanyakan sikap politik sebagian kader yang mematuhi keputusan politik partai.  Di kesempatan itu, Abid menjawab bahwa itulah politik. Menurutnya, jika ummat Islam tidak bisa menjadi pemenang politik, maka ummat Islam harus membersamai pemenang. Sikapnya dalam PIlkada Gubernur Sulawesi Utara adalah contoh dimana ia bersikap secara pribadi,  bukan mewakili partai.

Sementara itu,  Rita Lamusu,  anggota DPRD Propinsi Sulawesi Utara, memberikan usul agar penetapan bakal calon anggota dewan 2019 setidaknya selesai pada April 2017 agar memberikan kesempatan yang cukup untuk memperkenalkan diri kepada masyarakat. Hal ini berkaca pada aksi partai lain yang sudah melaksanakan perkenalan sebagai bakal calon untuk DPR RI 2019.

Abid Takalamingan juga mencontohkan bagaimana Partai Keadilan Sejahtera dipandang ekstrim oleh masyarakat non Muslim di Sulawesi Utara. Karena itu diperlukan keterbukaan dan penyikapan yang bijak agar bisa merangkul masyarakat secara umum yang lebih luas.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar