Dikelola Humas DPW PKS Sulawesi Utara. Diberdayakan oleh Blogger.

Cahyadi Takariawan : Lakukan Sebanyak Mungkin Kebaikan Demi Kemenangan Yang Tak Terduga


Ketua Wilayah Dakwah Sulawesi,  Cahyadi Takariawan,  memberikan taujih penguatan dan konsolidasi bagi pengurus DPW PKS Sulawesi Utara di Hotel Elfah Manado,  Sabtu,  21 Januari 2016.
Antusias pengurus DPW sangat terlihat untuk hadir dalam pertemuan ini, walaupun dilaksanakan di malam hari disertai hujan.

Dalam taujihnya,  Pak Cah,  begitu ia biasa disapa,  menyatakan bahwa setiap amal harus dilaksanakan dalam rangka memberikan amal terbaik (ahsanul amala) yang merupakan pengejawantahan Al Quran surat Al Mulk. Dalam konteks jamaah, amal itu meliputi amal siyasi dan amal dakwah. Dalam amal siyasi,  Pak Cah mengingatkan target anggota DPR RI dari Sulawesi Utara.

Mengutip teori kepakan sayap kupu (butterfly effect), Pak Cah menjelaskan bahwa suatu peristiwa berasal dari berbagai peristiwa lain yang acak. Kepakan kupu mampu memberikan efek terhadap perubahan cuaca.

Edward Norton Lorenz pada tahun 1961 mengemukakan sebuah teori, bahwa seluruh kejadian dalam kehidupan kita pada dasarnya adalah rangkaian dari kejadian acak atau random.

Dengan simulasi program di komputer, ia berusaha memprediksi kondisi cuaca. Hingga akhirnya ia menemukan angka faktor 0,506. Semakin kecil ia masukkan bilangan desimal, makin presisi pula perkiraan yang didapatkan.

Saat ia masukkan angka 0,506127, ia menemukan bahwa dampak dari desimal terkecil tersebut setara dengan efek kepakan sayap kupu-kupu. Lorenz terhenyak saat mendapatkan gambaran, satu kepakan sayap kupu-kupu bahkan bisa menghasilkan efek tornado yang dahsyat. Inilah yang disebut sebagai teori butterfly effect.

Pak Cah memberikan contoh lain tentang seorang butterfly effect yang dialami seorang lelaki. Suatu ketika ia melihat ada permen karet menempel di sebuah kursi di ruang tunggu bandara. Saat seseorang lelaki tampak akan menduduki kursi itu, dengan refleks ia meminta kepada lelaki tersebut agar tidak mendudukinya.

Ia segera mengeluarkan tisu dari saku bajunya, dan digunakan untuk membersihkan sisa permen karet yang menempel di kursi. Entah siapa yang membuang sisa permen karet dengan sembarangan hingga menempel di kursi. Beberapa tisu ia gunakan hingga bersih sisa permen karet tersebut.

Setelah kursi bersih, ia mempersilakan lelaki tersebut untuk duduk. Peristiwa “tidak sengaja” ini  berbuntut panjang. Mereka berdua segera berkenalan dan mengobrol akrab. Berbagai hal mereka bincangkan sambil menunggu proses boarding pesawat.

Ternyata lelaki tersebut adalah salah seorang pemilik perusahaan multinasional yang tengah mencari direktur utama untuk perusahaannya. Tidak dinyana, ia langsung meminta senior ini untuk datang ke kantornya guna melakukan wawancara.

Singkat cerita, akhirnya ia diterima dan dipercaya untuk memimpin sebuah perusahaan multinasional. Tidak pernah terbayang dalam hidupnya, bahwa ia akan menduduki jabatan istimewa itu. Gerakan reflek membersihkan sisa permen karet di kursi bandara yang dia lakukan, kurang lebih setara dengan kepakan sayap kupu-kupu. Dampaknya sangat fantastis. Mengubah total kehidupan masa depannya.

Seperti halnya surga yang memiliki banyak pintu, ujar Pak Cah,  kita tidak tahu lewat mana kita akan memasukinya. Demikian juga dalam amal siyasi,  kita tidak tahu lewat jalan mana target kemenangan DPR RI akan diraih. Yang kita tahu adalah setelah terjadinya peristiwa kemenangan. Karena itulah kita wajib melakukan berbagai kebaikan sebagai peninggi probabilitas kemenangan itu.

Kita berbuat satu amal kebaikan yang kita anggap besar,  bisa jadi bukan penyebab Allah mengabulkan doa-doa kita. Namun,  bisa jadi doa kita dikabulkan Allah karena amalan yang kita anggap kecil. Bisa jadi,  doa yang dikabulkan bukanlah doa kita,  tetapi doa orang lain yang mendoakan kita. Peristiwa-peristiwa kebaikan itu bisa jadi karena amalan-amalan yang kita bahkan tidak menyadarinya.

Jika kita memiliki "gudang kebaikan", Allah akan menolong kita bahkan di saat kita malu meminta. Allah akan menyimpan kebaikan yang kita lakuakan dan akan menolong kita di saat yang tepat.

Terakhir,  Pak Cah menceritakan kisah putrinya yang memperoleh holiday visa di Australia. Selama dua pekan,  ia berusaha melamar pekerjaan tapi tidak ada panggilan yang terjadi. Saat dalam kondisi hopeless,  Pak Cah menasihati agar ia tetap melanjutkan "ngaji" di Australia,  dan menomorduakan mencari pekerjaan.

Saat dalam perjalanan di trem menuju rumah murabbiyahnya,  ia memperolah telepon dari ibunya yang di Indonesia. Ia meminta ibunya menutup telepon dulu karena merasa malu menelepon di trem,  karena menerima telepon saat di trem adalah hal yang memalukan di negara maju. Ibunya heran,  "Kenapa naik trem? Mau kemana?"

Ia menyebut nama murabbiyahnya.

Setelah telepon ditutup, seorang penumpang trem bertanya,  "Kamu orang Indonesia?"

Penumpang itu juga menanyakan soal nama murabbiyahnya itu yang ternyata adalah kenalannya. Ia juga menanyakan aktivitasnya.

"Sedang melamar pekerjaan tapi belum juga dapat panggilan," terangnya.

Qadarullah,  penumpang itu lalu menawarkan pekerjaan kepadanya. Begitulah peristiwa kebaikan terjadi,  kita tidak tahu jalan mana yang menjadi wasilah.

"Terus kepakkan sayap kebaikan itu, sekecil apapun, " ujarnya.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar