Dikelola Humas DPW PKS Sulawesi Utara. Diberdayakan oleh Blogger.

Tak Terganti


*@Asy-Syams*

Akhi sayang, hari-hari kita terasa begitu melelahkan.
Segala urusan seakan tak berpenghujung.
Hilir mudik disana sini disambut kegiatan.
Yang menguras semua energi dan keadaan.
Waktu, tenaga, pikiran, perasaan, harta bahkan terkadang jiwa.

Tapi begitulah sebuah jalan suci perjuangan.
Jalan yang ditempuh para pejuang kebenaran.
Bersama itu ada _Tadhiyah_ disana.
Karena sejatinya, dalam sebuah perjuangan membutuhkan sahabat yang namanya pengorbanan.

Akhi sayang, ada banyak pilihan dalam membersamai jalan ini.
Ada yang bersemangat diawal karena banyak yang membersamai.
Atau bahkan karena ikut-ikutan tersebab _nge-fans_ pada figuritas.
Ada yang berguguran pada setengah perjalanan.
Tersebab tantangan yang begitu menantang.
Dan kesabaran yang begitu menipis.
Namun sebagian kecil dari itu yang terselamatkan.
Hingga sampai pada tujuan.

Akhi sayang, senantiasalah berkawan dalam perjalanan.
Laksana musafir yang membutuhkan bekal selama perjalanan.
Dan belajarlah untuk memahami kawan seiman.
Serta bersabarlah atas segala kekurangan.
Karena ia adalah rukun dalam persaudaraan.

Akhi sayang, sungguh berat firman-Nya dan apa yang telah disabdakan lewat lisan Rasul-Nya: _"Sungguh tiap Mukmin itu Bersaudara"._
Ah, diri ini sungguh terlampau jauh dari firman-Nya.
Yang memandang sinis terhadap saudara seiman.

Yang dengan lisan ini sering menyakiti hati _al-Akh._
Sikap yang tersering melukai.
Yang kehadirannya sering menambah beban dan masalah.
Diri ini terlampau jauh dari apa yang telah di firmankan-Nya.

Masih ku ingat apa yang disampaikan Ibnul Qayyim Al-Jauzy: "Ukhuwah adalah buah dari keimanan kita kepada Allah".
Tersebab iman yang senantiasa mendasar dan mengakar.
Sehingga menghasilkan lezat nikmat dan manisnya ukhuwah.

Akhi sayang, "jadilah ruh-ruh yang diakrabkan karena iman".
Begitulah pesan yang disampaikan ustadz Salim A. Fillah.

Akhi sayang, persaudaraan bukanlah pelangi yang indah hanya sekejap.
Persaudaraan bukanlah mentari yang menemani setengah hari.
Persaudaraan adalah hati yang melekat dalam diri dan akan ada dalam jiwa.
Persaudaraan bukan pula rembulan yang nampak indah hanya saat purnama.
Ia seperti udara yang kita hirup saat terlelap dan terjaga.
Begitulah pesan cinta yang disampaikan ustadz Umar Hidayat.

Akhi sayang, semoga kita menjadi orang-orang yang tak terganti di jalan cinta para pejuang.
_Ana Uhibbukum Fillaahi Jamii'an._

Tidak ada komentar:

Posting Komentar