Dikelola Humas DPW PKS Sulawesi Utara. Diberdayakan oleh Blogger.

Perang Cyber di Era Media Sosial


Kehumasan harus dilakukan oleh partai dengan berbagai tingkatan struktur. Demikian diungkapkan Gubernur Jawa Barat H. Ahmad Heryawan,  Lc. MSi., dalam PKS Public Relation Summit di Hotel Ambhara,  Jumat 7 Oktober 2016.

Dengan mengutip hadits Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam, Aher, begitu ia biasa disapa menyatakan bahwa "bayan" adalah pidato atau ceramah yang luas maknanya. Temasuk dalam kondisi kekinian,  yakni media sosial.

Ia mencontohkan dalam pelaksanaan PON 2016 Jawa Barat,  dimana antara pendukung tuan rumah dan pendukung salah satu propinsi saling serang opini di media sosial mengenai kualitas penyelenggaraan acara. 

Cita-cita PKS,  lanjutnya, untuk membuat media online tingkat nasional insya Allah akan berhasil karena didukung oleh jaringan kader yang kokoh di seluruh Indonesia.

Sembari mengutip buku Manhaj Ishlah,  Aher menjelaskan bahwa sosialisasi kegiatan dan tokoh jamaah adalah hal yang tidak diperlukan,  tetapi jika hal itu dilakukan adalah atas dasar keikhlasan dan tuntutan perjuangan Islam. Hal itu juga merupakan hak yang dijamin olen undangundang.

Di dalam menjalankan amal, Islam mengajarkan 3 audit. Pertama adalah niat ikhlas kepada Allah. Kedua caranya sesuai cara yang diajarkan Rasulullah. Ketiga adalah bagi masyarakat umum memiliki manfaat dan penerimaan.

Pembentukan ulang branding yang dilakukan oleh Aher meliputi man of people, man of nation,  dan man of action. Man of people digambarkan sebagai heart, hati. Yakni kejujuran. Man of nation adalah gambaran seorang pemimpin religius, nasionalis,  dan pemersatu. Man of action adalah gambaran pemimpin,  head.

Aher juga mengajak penggunaan video oleh kader PKS sebagai media yang paling banyak digunakan di masa depan. Dalam salah satu video live yang disiarkan di fanspage Facebook nya, dalam waktu setengah jam 2 juta pasang mata menonton videonya. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar