Dikelola Humas DPW PKS Sulawesi Utara. Diberdayakan oleh Blogger.

Al Quran Sebagai Hajatul Hayah

Puluhan kader di kota Manado dan sekitarnya menghadiri Tatsqif Al Quran bersama Ustadz Adhan Sanusi, Lc yang dilaksanakan pada hari Ahad, 7 Agustus 2016 setelah shalat Isya' di masjid seberang Kantor Dewan Pengurus Wilayah Partai Keadilan Sejahtera Sulawesi Utara.

Pengurus Yayasan Syafa'atul Quran itu mengatakan bahwa Al Quran adalah hajatul hayah,  kebutuhan hidup,  seorang Muslim.

Al Quran,  ujarnya, seharusnya menjadi senandung kehidupan sehari-hari. Dikisahkan di Timur Tengah dua pemuda mengalami kecelakaan dan dalam kondisi koma. Keduanya dalam kondisi tidak sadar namun masingmasing mulutnya bersenandung. Pemuda pertama terus menerus menyenandungkan Al Quran,  sementara yang kedua menyenandungkan lagu cinta. Senandung yang mereka lantunkan adalah gambaran kehidupan mereka masing-masing.

Al Quran harus diakrabi seorang Muslim. Dan seorang Muslim disebut akrab dengan Al Quran jika ia mempelajari dan mengajarkan Al Quran. Seorang yang hanya mempelajari saja tanpa mengajarkannya, tidak akan mampu menjadi ahlinya.

Sejarah telah membuktikan bahwa Al Quran bisa mengubah dunia. Bangsa Arab Jahiliyah adalah bangsa yang keras,  suka berperang, tapi tidak pernah diperhitungkan oleh peradaban dunia. Namun,  dengan Al Quran,  mereka menjadi bangsa terbaik yang tidak ada tandingannya. Itulah generasi Shahabat Rasulullah.

Kita juga mempelajari Al Quran,  tapi kenapa tidak mampu seperti para Shahabat? Jawabnya adalah parsialitas kita dalam berinteraksi dengan Al Quran.

Para Shahabat adalah yang paling akrab dengan Al Quran, mentarbiyah diri dengannya, menerima dan tunduk terhadap hukum-hukumnya, menyeru orang kepadanya, serta menegakkannya di atas muka bumi.

Mempelajari dan mengajarkan Al Quran setidaknya membutuhkan 4 unsur, yakni membaca Al Quran, memahami Al Quran, melaksanakan Al Quran,  dan menghafal-menjaga Al Quran.

Membaca Al Quran pun bukan sembarangan membaca, tetapi harus dengan tartil. Tartil itu bukan membaca dengan pelan, tetapi membaca sesuai dengan tatacara membaca orang Arab dan fasih. Dalam riwayat Muslim, disebutkan bahwa orang yang mahir membaca Al Quran akan ditemani malaikat saat ia membacanya. Namun, orang yang tidak lancar membaca Al Quran memperoleh pahala yang lebih banyak. 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar